Rabu, 29 Desember 2010

Mengapa Kadang Saya Merasa Allah Tidak Adil?

Arthur Ashe adalah petenis kulit hitam dari Amerika yang memenangkan tiga gelar juara Grand Slam; Amerika Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975). Pada tahun 1979 ia terkena serangan jantung yg mengharuskannya menjalani operasi by pass. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh ia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima. Seorang penggemarnya menulis surat padanya, "Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?" Tahukah apa jawaban dalam surat balasan ashe ?

Ashe menjawab, "Di dunia ini ada 50 juta anak yang ingin bermain tenis, di antaranya 5 juta orang yang bisa belajar bermain tenis, 500 ribu belajar menjadi pemain tenis profesional, 50 ribu datang ke arena untuk bertanding, 5.000 mencapai turnamen grand slam, 50 orang berhasil sampai ke Wimbledon, empat orang di semi final, dua orang berlaga di final. Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan, 'Mengapa saya?' Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan, 'Mengapa saya?'"
Sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini; kesuksesan, karier yang mulus, kesehatan. Ketika yang kita terima justru sebaliknya; penyakit, kesulitan, kegagalan, kita menganggap Allah tidak adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat Allah
Namun Ashe, tidak demikian. Itulah cerminan hidup beriman; tetap teguh dalam pengharapan, pun bila beban hidup menekan berat. Ketika menerima sesuatu yang buruk ingatlah saat-saat ketika kita menerima yang baik.
Yakinlah di balik setiap “ketidaknyamanan hidup” tersimpan sejuta cahaya keindahan dan kebahagian hidup yang disematkan oleh kemahaadilan Allah. Pada setiap hamba-hambanya. Hanya saja, seringkali kita belum cukup mampu untuk merasakan keadilan-Nya, apalagi kala hati tengah menangung sejuta prahara dan duka. Ingat lah tuhan tidak akan menguji seseorang melebihi batas kemampuaanya(Q.S. Albaqarah:286) dan yakinlah Badai pasti berlalu.

Bersyukurlah bila Allah memberimu ujian dan cobaan, karna artinya Allah masih mempercayai kita untuk menyelesaikan masalah, Allah memberikan cobaan untuk menaikan derajat kita setahap keatas bagi yg lulus dalam ujiannya. Pandanglah masalah dengan positif dan selesaikanlah dengan kreatif dengan ide-ide solutif.

Terkadang kita selalu mengeluh atas harapan yang tak terpenuhi, kita mengeluh atas doa yang tak terkabulkan, dan selalu mengeluh untuk sesuatu yang tidak kita ketahui. padahal dibalik semua itu ada hikmah termahal jika kita bisa jeli melihatnya.ada kasih yang tak ternilai dari Allah tuk hamba-Nya yang sabar.Sering kita lihat kenyata'an - kenyata'an yang terjadi didunia ini, kita merasa Allah tidak adil, kita merasa Allah tidak sayang sama kita.Namun sesungguhnya kita tidak tahu dari semua itu, contoh yang nyata kita sering lihat disekeliling kita mereka yang kufur nikmat, mereka yang non muslim begitu mudahnya mendapatkan dunia yang mereka harapkan,hidup berlimpahan harta.terkadang kita melihat ketidakadilan dari kaca mata kita sebagai seorang hamba dengan ego yang berkecamuk dihati. sebagai contoh ketika kita melihat mengapa Allah tidak membalas ketidakadilan seorang suami yang tidak memberikan keadilan pada seorang istri baik lahir maupun batin. mengapa justru Allah memberikan segala fasilitas duniawi terhadap suami tersebut. mengapa Allah tidak menghukumnya. mengapa Allah tidak mendengarkan doa seorang istri yang menghiba memohon agar Allah memberikan keadilan ? begitu pula, jika kita melihat kasus seorang istri yang berselingkuh kesana kemari dan menyia-nyiakan suami dan anak. begitulah kehidupan, selalu ada rahasia yang tidak kita ketahui. dan sesungguhnya dibalik semua rahasia itu ada satu kunci kebaikan.

selalu ada permata dibalik derita dan airmata , selalu ada makna dibalik peristiwa dan bencana. jangan sampai kita menyesal, jangan sampai Allah mengajak kita untuk mensyukuri nikmat-Nya dengan cara mencabut nikmat tersebut dari diri kita.

Sesungguhnya Rencana Allah lebih indah dari impian kita. tersenyumlah , jangan bersedih... karena kesedihanmu, airmatamu terlalu berharga hanya tuk menangisi dunia yang fana

READ MORE - Mengapa Kadang Saya Merasa Allah Tidak Adil?

Senin, 08 November 2010

Lonely,.......


Jalan hidupku dituliskan dengan aksara sepi dalam buku panduan takdir. Aku melihat, kata-kata sepi, sendiri, dan terasing mencakup hampir seluruh buku takdirku. Tuhan menuliskannya dengan santai, seperti sedang melukis, dengan senyum; memberi aku takdir kesepian.

Mana yang lebih kekal, kosongan atau keberadaan. Ada akan mampu hilang, namun kekosongan tidak akan pernah hilang. Tak akan pernah hilang suatu ketiadaan daripada kekosongan. Hampa adalah hampa, demikianlah adanya.

Sekarang aku merasa begitu sendiri. Aku menikmati kesendirianku, di tengah keramaian aku masih merasa sepi. Mungkin memang sudah menjadi takdirku untuk selalu seperti ini. Aku tidak menggugatnya, aku merasakan, mempelajari, kemudian menikmati. Aku terasing di antara semua tawa, aku melihatnya seperti sebuah keterasingan. Kegersangan. Ketidakberdayaan. Kehampaan.

Aku menggenggam tanganku, mengamit keduanya. Tak ada apapun di sana, cuma ada kosong. Demikian juga aku, bergenggaman, tak ada perasaan apapun di sana, terkecuali hampa.

Aku duduk tegak, menghela napasku, memejamkan mata. Menikmati kesendirian.

READ MORE - Lonely,.......

Kesetian yang membawa luka......

Jangan terlalu mendalami tentang cinta
Bila tak bisa menerima kegagalan
Cinta bisa bahagia dan bisa terluka
Disakiti menyakiti hati


Jangan pernah setia
Bila harus berujung menyakitkan
Sia-sia setia
Bila harus slalu terluka


Mungkin karena setia
Cinta takkan pernah akan bahagia
Tapi karena mendua
Cinta ‘kan berakhir bahagia

Karena cinta yang bisa membuat bahagia.

Apakah Setia itu menyakitkan?

Sebuah kenyataan yang sangat menyakitkan bila harus dikhianati, baik oleh teman, sahabat, pacar, relasi kerja, dan lain sebagainya. Dikhianati dalam hal cinta, kepercayaan dan lain-lain. Pertanyaannya adalah, kenapa kita merasa sakit bila dikhianati?

Menurut saya, kita merasakan sakit bila dikhianati, itu semua karena kita setia. Di saat kita setia dan percaya pada salah satu teman kita untuk tidak membocorkan apa yang menjadi rahasia. Tetapi apa yang terjadi bila teman kita itu mengkhianatinya dan mengatakan pada orang lain. Sakit rasanya. Di saat kita setia dan percaya pada kekasih kita misalnya. Saling berjanji setia tidak akan selingkuh, tidak akan mengkhianati cinta dan tak akan pernah meninggalkannya. Tapi bila kenyataannya kekasih kita mengkhianatinya, dia berpaling pada hati yang lain. Itu juga menyakitkan. Itu karena kita setia, percaya, dan terlalu berharap pada sesuatu yang mungkin sewaktu-waktu bisa berubah. Tak ada yang abadi di dunia ini.

Itu hanya sedikit contoh. Namun bila kita juga melakukannya, tidak terlalu setia dan tidak mudah percaya pada sesuatu atau seseorang serta tidak terlalu berharap, pengkhianatan itu tidak begitu menyakitkan. Yang menyakitkan bila kita harus dikhianati padahal kita sudah sangat mempercayainya, setia dan berharap lebih padanya.

Tapi semua itu kembali pada pribadi masing-masing. Semua orang mempunyai pendapat-pendapat yang berbeda. Setiap individu mempunyai pola pikir yang berbeda. Jadi kita tidak bisa memaksakan kehendak kita pada orang lain.

Dan menurut anda, apakah setia itu menyakitkan?


READ MORE - Kesetian yang membawa luka......