Senin, 15 Juni 2009

Enam Langkah Menuju Keberhasilan


1.Programlah diri Anda untuk berhasil
Dr. Maxwell Maltz memberikan gagasan bahwa otak manusia merupakan suatu sistem bimbingan otomatis (automatic guidance system). Servomekanisme manusia tersebut bisa menjadi suatu mekanisme keberhasilan, atau sebaliknya, suatu mekanisme kegagalan. Semua itu bergantung pada target-target yang telah ditetapkan oleh pikiran kita, serta pada cara-cara pikiran kita menanggapi setiap kekeliruan atau penyimpangan terhadap target tersebut.

Seandainya servomekanisme anda itu bermuara pada teaget-target keberhasilan dan seandainya ia memberi respon terhadap setiap umpan balik berupa koreksi, maka buahnya adalah keberhasilan. Tapi jika disitu tidak ada tujuan berhasil dan ia gagal memberi respon korektif terhadap setiap umpan balik, maka buahnya pun kegagalan.

2.Bayangkan cara Anda menggapai keberhasilan
.
Orang-orang pada umumnya senantiasa merasa, bertindak, serta berperilaku sesuai dengan apa yang mereka bayangkansebagai sesuatu yang benar atau sesuai dengan diri dan lingkungannya. Hal ini disebabkan alam bawah sadar tidak bisa mengenali, apalgi memberitahukan kepada kita, perbedaan antara suatu pengalaman nyata dengan sesuatu yang hanya rekaan semata. Melalui imajinasi kreatif anda dapat menciptakan aneka citra keberhasilan yang bila dibakukan ke dalam citra diri dapat berubah menjadi keberhasilan nyata.

3.Rileks, dan ubahlah stres menjadi keberhasilan
Relaksasi adalah kunci untuk mengaktifkan imajinasi kreatif anda, yang merupakan satu-satunya servomekanisme manusia yang mampu bekerja secara memadai. Meskipun terkesan sepele, ternyata banyak orang yang tidak tahu bagaimana caranya rileks. Dari hari ke hari , kita dikondisikan agar selalu memberi respon terhadap berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita, sehingga pada akhirnya mengakibatkan tekanan mental atau yang populer dengan istilah stres. Dengan belajar rileks, kita akan dapat mengubah kondisi itu sehingga kita bisa mengurangi stres dalam hidup kita.

4.Tetapkan tujuan: syarat keberhasilan
Seorang manusia dapat diibaratkan sebagai sebuah sepeda: kita hanya bisa mempertahankan keseimbangan jika terus bergerak maju menuju sesuatu. Manusia tanpa tujuan sama saja dengan sepeda yang tidak bergerak. Coba saja anda mempertahankan keseimbangan sepeda roda dua yang tidak bergerak. Paling-paling anda hanya sanggup bertahan selama beberapa saat saja, setelah itu kedudukan anda pasti mulai goyah, keseimbangan hilang, dan jatuhlah anda.

4.Gunakan umpan balik negatif demi menemukan arah menuju ke keberhasilan.
Orang-orang yang memiliki citra diri positif dengan mudah akan mampu mengembangkan dan menerapkan kepribadian tipe sukses (success-type personality). Bila mereka menerima umpan balik negatif , yakni sinyal-sinyal tertentu yang menunjukkan bahwa mereka telah menyimpang dari jalur yang semestinya, maka servomekanisme yang ada dalam diri mereka segera memberikan respon berupa serangkaian langkah koreksi untuk membimbing kita ke jalur penyelesaian kreatif. Namun bagi orang-orang yang yang memiliki citra diri buruk, umpan balik negatif tersebut hanya akan mempertegas keyakinan akan betapa jelek atau tidak memadainya diri mereka itu.

Gunakan kata SUCCESS sebagai sebuah akronim sederhana untuk memperlihatkan komponen-komponen pokok yang dikandung oleh kepribadian tipe-berhasil.

S – ense of direction (paham akan arah yang harus dituju)
U – nderstanding (penuh pengertian)
C – ourage (keberanian)
C – harity (murah hati)
E – steem (keyakinan diri)
S – elf confidence (percaya pada diri sendiri)
S – elf acceptance (menerima diri apa adanya).

Ingat juga akronnim untuk menjelaskan apa yang disebut sebagai mekanisme kegagalan.
F – rustation (frustasi)
A – ggressiveness (agresivitas)
I – nsecurity (rasa tidak aman)
L – oneliness (kesepian)
U – ncertainty (serba tidak pasti)
R – esentment (uring-uringan)
E – mptiness (serba hampa)

6.Membuka Kepribadian Anda dan Memacu Keberhasilan
Apa yang disebut kepribadian pada dasarnya merupakan suatu manifestasi atau perwujudan luar dari citra diri. Dengan demikian , kepribadian yang sesungguhnya dari setiap orang adalah “kepribadian yang baik”, dan ini berarti bahwa orang yang bersangkutan telah “terbebas, sehingga potensi kreatif sebenarnya sudah ada dalam dirinya”.

Sebaliknya kepribadian yang buruk dapat disamakan dengan kepribadian yang tertutup. Sifat malu berlebihan, sikap permusuhan, dan gejala-gejala ketertutupan lainnya merupakan akibat dari terlalu banyaknya umpan balik negatif yang diserap oleh orang yang bersangkutan.

Semoga bermanfaat,....

0 komentar:

Posting Komentar