Rabu, 17 Juni 2009

Nasib Guru wiyata bhakti



Guru wiyata bhakti akhir-akhir ini sangat banyak di dunia pendidikan kita, tetapi kadang yang sangat memprihatinkan guru wiyata bhakti di pandang sebelah mata oleh guru-guru senior yang sudah pegawai negeri.

selain itu juga masih banyak guru wiyata bhakti yang mendapatkan honor yang sangat minim, banyak saja 100 ribu atau 50 ribu per bulan.
Hal itu kalau melihat dari sisi kemampuan suatu yayasan atau instansi memang hal yang wajar karena yayasan tidak punya uang banyak dan kebutuhan pendidikan pun tidak hanya membayar tenaga honorer tetapi di samping itu ada kebutuhan lainnya yang juga penting.
Tetapi sekarang dengan adanya PP No.74 tahun 2008 tentang guru, tenaga wiyata bhakti agak bisa bernafas lega karena menurut Dr.Sulistiyo,M.Pd.pada tanggal 1 februari 2009 di SMPN 1 Godong dalam acara Pembinaan tentang perhitungan Beban Mengajar mengatakan bahwa tidak akan ada lagi guru wiyata bhakti yang di gaji 50 ribu atau 100 ribu karena hal itu termasuk dholim.
semoga saja apa yang dikatakan oleh Dr.sulistiyo tersebut dapat menjadi kenyataan dan terealisasikan.
Faktanya sekarang ini banyak guru wiyata bhakti yang dalam mengajar tidak kalah disiplin, rajin dan sepenuh tenaga seperti guru yang sudah PNS.
Ironisnya masih ada guru PNS yang memandang sebelah mata guru wiyata bhakti dan berkata sebagai guru wiyata bhakti harus lebih disiplin dari pada yang sudah PNS.Ini tidak pantas diucapkan sebagai seorang pendidik.

Tetep berjuang dan semangat wahai guru-guru wiyata bhakti,......

2 komentar:

Anonim mengatakan...

iya tuh ada yang justru menghina "wiyata kan pengabdian, jadi di bayar berapa pun harus mau"

Mustofa Orang Awam Saking Siberuk mengatakan...

Wiyata Bhakti jika bener-bener ikhlas insyaallah berkah husnudzon...

Posting Komentar